Burung cabai gunung
Di alam liar burung cabai gunung banyak hidup di area dataran tinggi
yang sesuai dengan namanya yakni di perbukitan, pegunungan, pinggiran
hutan dengan ketinggian dapat mencapai 2400 meter di atas permukaan laut
(mdpl). Di habitat aslinya sendiri burung cabai gunung suka terbang di
antara pepohonan dan ia juga gemar memakan berbagai jenis serangga
kecil, buah-buah yang berukuran kecil, dan juga terkadang menyantap
laba-laba. Dan juga burung cabai gunung dikenal sebagai burung penetap
artinya saat ia sudah berada di suatu wilayah maka ia tidak akan
berpindah-pindah lagi ke tempat lain dan ia hanya akan berpindah bila
habitatnya telah rusak atau mendapatkan ancaman yang tidak bisa
dihadapinya sendiri atau berkelompok.

Gambar 1. Burung Cabai Gunung
Untuk warna kicauannya sendiri burung cabai gunung terbilang bagus yakni kicauannya terdengar memiliki nada yang cukup tinggi dan variatif dengan bunyi nadanya “clittt...clittt...clittt” atau “cukk...cuukk..cukk...twitkk” atau “tikkk....tikk...tikkk”. Keunikan tersendiri dari kicauan burung cabai gunung sering kali dimanfaatkan oleh para peminat burung ocehan untuk memaster atau melatih burung ocehan lain agar mau berkicau. Hal ini dikarenakan suara kicauannya yang cukup tinggi dan tajam sehingga burung ocehan seperti pleci, branjangan, dan lain-lain akan coba mengikuti irama kicauan burung cabai gunung. Sedari itu pula perawatan untuk menjaga kicauan burung cabai gunung harus digenjot dengan diberikan nektar, buah-buahan, kroto, dan ulat-ulatan.

Gambar 1. Burung Cabai Gunung
Untuk warna kicauannya sendiri burung cabai gunung terbilang bagus yakni kicauannya terdengar memiliki nada yang cukup tinggi dan variatif dengan bunyi nadanya “clittt...clittt...clittt” atau “cukk...cuukk..cukk...twitkk” atau “tikkk....tikk...tikkk”. Keunikan tersendiri dari kicauan burung cabai gunung sering kali dimanfaatkan oleh para peminat burung ocehan untuk memaster atau melatih burung ocehan lain agar mau berkicau. Hal ini dikarenakan suara kicauannya yang cukup tinggi dan tajam sehingga burung ocehan seperti pleci, branjangan, dan lain-lain akan coba mengikuti irama kicauan burung cabai gunung. Sedari itu pula perawatan untuk menjaga kicauan burung cabai gunung harus digenjot dengan diberikan nektar, buah-buahan, kroto, dan ulat-ulatan.
